Posted by: Harry W. S | July 31, 2008

Tentang indomie di warung sebelah kos-anku

suatu sore, kemaren tepatnya, saya lg di ruang TV bersama teman kos saya, si mikot. karena perut lapar belum makan siang, jadilah kami memesan indomie goreng ke warung sebelah. berhubung siang ini kami dapat subsidi makan siang dr abang kami Yosi, jadinya ga perlu lah kami keluarkan dompet kami yg lagi kosong. Alhamdulillah, memang kehadiran bang Yosi ini membawa berkat.

selagi enak-enaknya makan indomie dengan telor dadar (seumur hidup, indomie buatan warung sebelah paling enak yang pernah lidahku rasakan, lokasinya di dago pojok no. 45. buktikan sendiri!!), trus hidupin tv, eh ternyata siaran kroscek. trus siarannya tentang si ryan yg mutilasi teman cowoknya. Beeuugghhhhh……langsung hilang enaknya indomie yg lagi ku kunyah. tp anehnya si mikot tetap makan dengan tenangnya (Apakah dia psikopat juga?, hmmm….). trus aku bertanya sama dia, “kok sekarang makin banyak ya orang psikopat bermunculan di negara ini?” dan dia menjawab sambil keluar liurnya (kayaknya pengen nambah indomie lagi), “sekarang keadaan lagi susah sejak harga2 naik semua. tp siaran tv ga ada yg nyiarin ngasih penyadaran. hanya ngasi siaran ilusi tentang kemewahan dan popularitas, jadinya membuat penonton berilusi semua. liat ini hah, dalam sehari ada brapa brita tentang selebriti?”. ga tau, aku jawab dalam hati, krn aku memang jarang nonton infotainment dan sinetron. capek nontonnya.

setelah dia menjawab seperti itu, baru aku bs makan lagi dengan tenang. bukan apa2, rasa lapar ga bisa di tahan. namun setelah aku renungkan sejenak jawaban si mikot tadi, ada beberapa hal yang menarik. pertama, adakah infotainment menyiarkan segmen tentang selebritis yang mengalami kesusahan krn kenaikan harga? adakah siaran tentang selebritis yg mengalami kesusahan mencari tabung gas 3 kg? adakah siaran tentang selebritis yg terpaksa jalan kaki karena ongkos angkot naik? ato nebeng teman naik motor? ya nggak lah, kan selebritis punya pemasukan besar, jadinya ga terlalu pusing tentang gas 3 kg krn ada yg 24 kg, ga pusing ongkos angkot krn punya mobil. kan gengsi juga kalo naik motor (ini asumsi belaka, aku ga tau ada ga ya). salah sendiru lu ga mampu nyari pemasukan kayak selebritis, hahaha……kedua, adakah siaran tv tersebut paling gak ngasih secercah harapan tentang masa depan negeri ini? bisakah negara kita keluar dari krisis? gimana caranya? apa dasarnya? ada gak siaran tv yang menyiarkan pidato berapi2 ala bung karno  yang memberikan visi pada rakyat Indonesia? (SBY mampu ga ya? kalo ga, si alit ato si alga aja lah, hehehe….mereka lebih mumpuni)

well, paling tidak siaran tv selalu menyiarkan yg bagus2, tentang kemewahan, popularitas, selebritas, trend fashion, dll. aku sendiri meskipun lg susah dan pusing krn tenggat waktu kelulusan udah dekat (rasanya kayak diujung tanduk gini), tetap menampilkan rasa optimis kepada teman2 ku agar tidak terlalu khawatir. mungkin hal yg sama sedang dilakukan oleh siaran2 tv tersebut. tapi aku rasa tidak, krn siaran2 tersebut tidak menunjukkan harapan yang berdasar kepada rakyat Indonesia ini. sayangnya, para pemimpin (klaimnya demikian) negeri ini pun berlaku demikian, yaitu menunjukkan ketenangan luar biasa seolah2 tidak terjadi apa2 di negeri ini. padahal bangsa ini lagi sekarat mampus!!!! ibu penjual indomie di warung sebelah kosanku butuh diberi pencerahan, atau harapan yang berdasar, agar masih bisa optimis menjalankan usahanya. hmmmmm………kalo mereka (para pembesar negeri ini) ga mampu, adakah yang mampu?


Responses

  1. bukan “tentang indomie di warung sblh kosanku” tuh, tapi “di warung indomie di seblah kosanku”
    hehe..

  2. Yaelah…thanks a lot deh buat indomie yang telah memberi penyadaran kepada bapak satu ini.Be te we,buat ibu yang punya warung indomie masaknya masih pake minyak tanah?trus buang sampahnya ke mana ya?udah gitu,kalo naek angkot berhentinya di mana,di halte ato gak?anaknya masih diajarin untuk kencing dan berak di kamar mandi gak?trus anaknya masih diajarin buang sampah di tong sampah?bisa minta tolong ditanyain pak?
    yah…lebih baik fair banyak lah—kalo bisa nyalahin pemerintah,mengapa pula masyarakat majemuk di Indonesia ini tidak bisa disalahkan?
    Well,kenapa harus nunggu pertelevisian buat menegakkan penyadaran?bentar dulu,penyadaran apa dulu nih?
    Apakah bapak masih semangat mempertahankan kemerdekaan Indonesia?Semangat kan?

  3. penulis yg cerdas. apapun diliht jadi bahan cerita. selamat d jempol


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: