Posted by: Harry W. S | April 3, 2008

TINGKAT KEPUTUSAN EKONOMI UNTUK POPULASI HAMA

KONSEP TINGKAT EKONOMI

            Terdapat beberapa istilah yang dibedakan dalam menganalisis kerusakan ekonomi, yaitu antara luka (injury) dan rusak (damage). Luka berarti akibat dari aktifitas hama terhadap fisiologi tanaman. Sedangkan rusak berarti ukuran kehilangan fungsi dari tanaman, seperti jumlah, kualitas, atau estetika. Dengan demikian, luka lebih fokus kepada hama dan aktifitasnya, dan rusak lebih fokus kepada tanaman dan responnya terhadap luka.

            Mengetahui tingkat luka dan kerusakan berguna dalam pengambilan keputusan untuk mengontrol hama. Beberapa konsep penting dalam mengetahui tingkat luka atau kerusakan yaitu:

  1. Tingkat luka ekonomi (Economic injury level), didefinisikan sebagai jumlah serangga terkecil yang dapat mengakibatkan kerusakan ekonomi. Walaupun di ekspresikan dalam bentuk jumlah serangga per unit area, EIL menunjukkan tingkat luka sebenarnya. Karena, luka biasanya sulit untuk diukur dalam kondisi lapangan, sehingga jumlah serangga dijadikan index untuk menunjukkan tingkat luka tersebut. EIL dapat diperoleh dari persamaan:

EIL =    C                                       dimana:

            VIDK

C= pengeluaran manajemen per luas area

V= harga pasar per unit produksi

I= persentase unit yang luka per serangga per unit produksi

D= kerusakan per unit luka

K= proporsi reduksi dalam luka potensial atau kerusakan

  1. Ambang ekonomi (Economic Threshold), merupakan jumlah serangga yang dapat memicu tindakan manajemen. Jika populasi hama terus meningkat, maka laju pertumbuhan hama dapat diperkirakan, dan ET ditetapkan berada di bawah EIL. Dengan demikian, kita memperkirakan ketika populasi hama mencapai ET, maka kemungkinan besar populasi hama tersebut mencapai tingkat EIL. Karena itu tindakan harus diambil sebelum populasi hama mencapai EIL.
  2. Posisi equilibrium (Equilibrium position), merupakan kepadatan populasi rata-rata dari sebuah populasi serangga dalam periode waktu yang cukup lama yang tidak diakibatkan oleh intervensi kontrol hama. Kepadatan populasi berfluktuasi diantara nilai rata-rata lebih dipengaruhi oleh faktor alami ketergantungan-kepadatan seperti parasitoid, predator, dan penyakit. Nilai EIL dapat berada dimana saja diantara nilai EP, apakah di atas atau di bawah nilai EP.

 
BATASAN KONSEP EIL

            Pengambilan keputusan manajemen terhadap beberapa tipe hama tidak dapat menggunakan EIL. Banyak vektor, hama penyakit, dan patogen tidak memiliki hubungan kuantitatif dengan kerusakan dan luka, sehingga EIL tidak dapat dihitung. Selain itu, kita tidak dapat mengukur nilai pasar dari tingkat kehidupan dan kesehatan manusia.


Responses

  1. maaF semua
    saya sedikit kurang mengerti ttg AE
    saya mau bRtanya manakah AE yang lebih tinggi untuk petani yang di desa atau di kota???

    n

    AE (ambang ekonomi) mana yang lebih tinggi untuk petani yang hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga atau petani yang mencari produksi yang maximal???

    terimakasih
    kirim k email q ya pak/bu!!

  2. saya mau bertanya, kenapa ambang batas setiap petani itu berbeda?
    trus, bagaimana petani menilai ambang ekonomi iru sendiri|?

  3. sok kali kau dewi anak HPT USU 08…

  4. terimakasih informasinya.. Pertanyaan saya apakah ambang batas ekonomi itu harus mengitung jumlah yang akan di dapat dengan mengurangi biaya produksi pertanian?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: