Posted by: Harry W. S | July 14, 2006

Kekeringan

Indonesia kembali dilanda kekeringan. Jawa timur krisis air,begitu jg jawa tengah, banten, yogyakarta, dan lampung. akibatnya, daerah-daerah diatas gagal panen. konsekuensinya, pemerintah bakal impor beras, atau stok beras cadangan dikeluarkan.

Musim kering ini diperkirakan bakal berlangsung lebih lama, 8 bulan dari 6 bulan normal. penyebabnya, temperatur laut jawa yang dingin, dan angin dari australia yang membawa udara kering. apapun penyebabnya, kejadian ini merupakan kejadian biasa yang terjadi secara alami setiap tahun. yang membuatnya luar biasa, barangkali waktunya yang lebih panjang, dan ditambah blow-up dari media. kalau tahun-tahun lalu, diikuti oleh kebakaran hutan di sumatera dan kalimantan. kalau sekarang, belum ada. tapi tanda-tandanya ada, dan secara statistik, intuisi kita bisa mengatakan bakal terjadi kebakaran hutan. tinggal menunggu waktunya saja.
well, tidak bisakah kita belajar dari pengalaman tahun-tahun lalu? ini kejadian yang sama berulang setiap tahun, dan tiap tahun pula kita (pemerintah pusat dan daerah) kerepotan. yang kasihan adalah petani yang selalu rugi. siapa yang salah? alamkah? tuhankah? pemerintahkah? petanikah? apa pelajaran yang bisa kita petik?

selama ini pertanian di indonesia ditopang oleh sistem irigasi yang airnya berasal dari waduk dan tadah hujan. sebagian kecil berasal dari mata air pegunungan, dan sumur. common sense, kekeringan terjadi karena tidak ada air. mengapa? kita bisa melihatnya dari daur hidrologi/air yang biasa kita pelajari di sekolah. berjalan normalkah daur hidrologi di indonesia? well, kita bisa melacaknya satu-satu. misal, air hujan timbul dari penguapan air di bumi. penguapan terjadi kalau suhu air cukup panas dan kelembabannya cukup tinggi (sekitar 70%). lalu kita lihat keadaan di ‘lapangan’, ternyata laut jawa suhunya tidak cukup panas, dan kelembabannya rendah. ok, baru satu poin. bagaimana dengan poin lainnya, semisal, air sungai yang mengisi waduk. air sungai berasal dari mata air yang muncul dari dalam tanah, dan juga curahan air hujan. kalau air hujan sudah dijelaskan tadi, bagaimana dengan kondisi air tanahnya? mengapa debitnya kecil? akibatnya bisa dilihat dari banyaknya sumur warga yang kering, dan volume air di waduk yang mengecil. namun sebabnya, bisa bermacam-macam. LSM lingkungan hidup seperti WALHI bakal mengeluarkan statement kira-kira bunyinya, ” ini semua karena penebangan hutan”. eventhough, tidak bisakah kita mengambil pelajaran? tidak adakah solusi jangka panjang bagi persoalan menahun seperti ini? apa kita hanya bisa pasrah?

bagaimana kalau kita ambil sudut pandang lain, misalnya dari sistem pertaniannya sendiri. bisakah sistem tanamnya dirotasi, misalnya kalo musim kering kita menanam tanaman yang sesuai seperti palawija.

well, saya tidak ingin gegabah untuk mengatakan para petani kita tidak pintar untuk beradaptasi dengan musim. daerah banten terkenal dengan sistem tanam tradisionalnya yang mampu bertahan sejak jaman kerajaan dulu. Bali dulu juga begitu, sebelum sistem pertaniannya beralih ke sistem modern. lalu dimana masalahnya?

well, kalau pemerintah tidak merasa sanggup, lebih baik turun saja. kalau petani aja sanggup, mengapa tidak pemerintah? kalau saya sanggup, lebih saya aja.


Responses

  1. hari, gile kecil banget hurupnya! atau komputer gua yang kurang sip?? kalo begini, gimana mau komentar? baca aja perjuangan hidup dan mati, brur!

  2. Here are some links that I believe will be interested

  3. helllooo…g baru tau lho ada synaps online mannn
    gila keren banget kalian (siapapun yang buat ini)

    dinar

  4. halo dinar……..it’s all thx to obot. u should give him the credit. kalo lo ada tulisan, kirim ke imel gw, biar dipublish.

  5. gile men….banyak yang gue gak tau dari internet bisa gw tau dari synaps!!!!!!!

  6. alhamdulillah kalo ternyata dari postingan yg tdk seberapa ini bs memberi manfaat ke orang banyak.

  7. Emang sih.. Di Indonesia sekarang musimnya aneh.. Kalau musim kemarau- kering kerontang, tetapi kalau musim penghujan BANJIR DIMANA-MANA.

    Kalau kita perhatikan memang ulah darimanusia sendiri yang tidak memperhatikan Lingkungan. Hutan2 dah mulai gundul.

    Untuk wilayah banten sendiri penebangan hutan liar terjadi setiap hari, tanpa ada peraturan yang jelas. Hampir setiap malam, di wilayah Cipocok mobil lalu-lalang tiada henti membawa muatan kayu yang entah dari mana………? Yang jelas dari wilayah banten.
    Makanya wilayah banten sekarang ALAMNYA tambah hancur lebur..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: