Posted by: Harry W. S | November 25, 2005

LAS GAVIOTAS, UTOPIA YANG MENJADI KENYATAAN

Edit Cetak
Kontributor Harry W. S.
Tuesday, 20 September 2005

Di sebuah padang rumput di timur Kolombia, tidak ada sebatang pohon atau burung berkicau ataupun anak-anak—sebuah tanah tak bertuan. Namun bagi Paolo Lugari, ini merupakan tempat yang cocok untuk merealisasikan sebuah impian: jika sebuah komunitas berkelanjutan (sustainable community) dapat diciptakan di kondisi lingkungan, sosial, dan politik yang tidak menguntungkan tersebut, maka komunitas berkelanjutan dapat diciptakan dimana saja di dunia. Las Gaviotas telah membuktikannya, bahkan lebih dari itu. Paolo Lugari menemukan Las Gaviotas tahun 1984, yang ketika itu merupakan padang rumput luas, yang terisolasi dari peradaban manapun. Lokasi ini memiliki musim panas ekstrem yang diikuti dengan musim hujan setiap hari yang berlangsung berbulan-bulan. Tanahnya asam (pH 4), yang menyebabkan usaha untuk mengonversi padang rumput tersebut menjadi hutan bagaikan mimpi di siang bolong. Namun bagi Paolo Lugari, tidak ada cara lain selain berusaha dengan sepenuh hati.

bagaimana caranya?

Reforestasi dengan pohon pinus dan jamur mikoriza

Dengan pembiayaan dibantu oleh pemerintah Jepang, Paolo Lugari beserta timnya memulai proyek “mission impossible?, mengubah padang rumput menjadi hutan hujan tropis. Dengan kondisi tanah yang asam, hampir tidak mungkin untuk menanam pohon. Namun dengan jamur mikoriza, Paolo Lugari mulai menanam 8000 Ha. pohon pinus. Dan sekarang, usahanya mulai menunjukkan hasil, pohon pinus yang ditanam mulai tumbuh dan berkembang. Bahkan, usahanya membawa reaksi berantai yang positif ke arah sustainable community. Sekarang, usaha penghutanan 8000 Ha. pohon pinus menyerap lebih dari 10% curahan (precipitation) (terkadang hingga 110.000 m3 per hari), yang telah mengubah Las Gaviotas menjadi penyuplai terbesar air minum dengan kualitas tinggi di Kolombia. Las Gaviotas telah menunjukkan bahwa reforestasi menjawab isu kritis yang dihadapi dunia: akses terhadap air bersih. Data statistik meteorologi menunjukkan bahwa setiap hutan yang tumbuh kembali menghasilkan hujan tambahan sebanyak 10% (diperkirakan 13,75 m3 air ekstra per hari). Dengan bantuan pH tanah dan filtrasi air yang mudah melewati tanah, air menjadi kunci untuk menjaga kesehatan dan sumber penghasilan bagi Las Gaviotas. Penanaman pohon pinus juga berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi. Resin yang dihasilkan dari pohon pinus sebanyak 7–14 gram per pohon, oleh masyarakat lokal dikonversi menjadi “colofonia?, bahan mentah untuk cat dan industri kertas. Proses penyadapan dan pengolahan resin membawa aktivitas industri dan nilai tambah terhadap wilayah tersebut, serta menghasilkan lapangan pekerjaan. Penanaman pohon pinus dilengkapi dengan penanaman 300 ha. pohon palem. Pohon palem ini menghasilkan minyak sayur, yang mudah diubah menjadi biodiesel. Sumber energi lokal ini menghapuskan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel impor untuk menghidupkan mesin truk dan traktor. Pabrik biodiesel yang pertama dengan kapasitas 1 juta galon per tahun telah beroperasi di Bogota. Proyek reforestasi ini bahkan membawa kembali beberapa keanekaragaman hayati (biodiversity) yang sempat hilang. Burung berkicau kembali, bersama-sama hidup harmonis dengan masyarakat yang mulai berdatangan. Hasilnya, tingkat keragaman yang begitu tinggi tanpa ada gangguan dari masyarakat lokal.

Self-sustaining community

Las Gaviotas telah menjadi percontohan proyek sustainable development yang menuju ke terbentuknya sustainable community. Di Las Gaviotas ditanam pohon, membangun kembali biodiversitas dan hutan hujan tropis, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menciptakan solusi terhadap isu kesehatan yang mendominasi Kolombia selama beberapa dekade. Sekarang masyarakat lokal memiliki akses gratis terhadap air bersih. Dan populasi lokal di Las Gaviotas memiliki indeks kesehatan yang paling baik di seluruh Kolombia. Air yang berlebih dapat dijual ke ibukota. Bahkan, setiap 1 m3 air yang diminum dari Gaviotas setiap hari menghasilkan 150-225 lapangan pekerjaan permanen! Gaviotas menunjukkan kepada dunia bahwa, paradigma satu masalah satu solusi tidak lagi memungkinkan. Gaviotas menggunakan pendekatan sistem dimana semua masalah diatasi secara holistis, dan juga menghasilkan peluang-peluang lain melalui proses autopoietic. Solusi dengan pendekatan sistem mampu menghubungkan sejumlah persoalan dan sekaligus menghasilkan penyelesaian yang bersifat adaptif dan fleksibel yang dapat berevolusi. Jika ditanam 1100 pohon per ha, maka antara 6-10 tahun 500 pohon diantaranya harus dipindahkan untuk memberi kesempatan kepada tumbuhan di bawahnya untuk tumbuh dan berkembang. Ruang kosong yang diciptakan membawa burung dan lebah untuk datang membawa biji-bijan dan menyerbuki tumbuhan disitu, sehingga membawa biodiversitas baru. Sebanyak 500 batang pohong yang dipindahkan tadi dapat digunakan sebagai sumber industri kayu dan kertas. Industri kayu dan kertas menghasilkan lapangan pekerjaan baru bagi ratusan masyarakat lokal. Proses ini dapat diulang terus menerus sehingga menghasilkan suatu siklus, dan mampu menjawab persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup sekaligus. Sekarang, pekerja disana dibayar lebih dari cukup, dan pelayanan kesehatan diberikan secara gratis. Bahkan rumah, makanan, listrik, dan air semuanya gratis. Tidak mengherankan jika selama 21 tahun di wilayah ini tidak pernah meletus perang, bebas dari penculikan, dan tidak ada yang memprotes pelanggaran HAM. Dan, proyek ini sekarang diperluas untuk 6,3 juta ha padang rumput di sekeliling Las Gaviotas, yang akan diubah menjadi hutan hujan tropis. Las Gaviotas menjadi contoh bagi komunitas yang berkelanjutan, dengan menerapkan prinsip-prinsip alam dan pendekatan sistem. Cara ini kemudian di contoh di pertanian Abalone, Afrika Selatan. Paolo Lugari menunjukkan bahwa konsep sustainable development bukan hanya sekedar teori dan konsep, namun dapat diwujudkan. Seperti semangat yang dipegang oleh Paolo dan kawan-kawan, “Kerjakan dengan sepenuh hati!”

Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 20 September 2005 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: